Cerpen

12 07 2012

GambarPenyesalan Karena Dosa 

            Pagi yang cerah telah datang, ditandai dengan datangnya sang surya pagi.tak terasa waktu pun terus berganti waktu, hingga membuatku semakin tenggelam kedalam dunia masa remaja. hari-hari pun selalu kujalani dengan dan belajar, tapi….itu semua hanyalah omong kosong! Karena semua itu tak pernah kujalani dengan serius.

     Pagi itu pula sekitar pukul 07.15, aku telah tiba disekolah.ketika aku sedang asyik mendengar cerita dari teman-teman, tentang ulangan matematika kemarin,tiba-tiba salah satu teman ku datang dengan guru matematika ku yaitu Bu Wiwik.

“Selamat pagi anak-anak.”ucap salam dari bu Wiwik.

“Pagi bu!” serentak kami menjawab.

“Baik ibu akan membagi hasil ulangan matematika kalian yang kemarin.”kata bu Wiwik sambil membagi hasil ulangan.

Setelah semua hasil ulangan dibagikan.

“Oke, anak-anak yang mendapat nilai tertinggi adalah Tio.”  ujar bu Wiwik.

Tio adalah anak terpandai dikelasku.terkadang muncul rasa iri di hatiku.

“Dan yang mendapat nilai terendah adalah…….Ira.” Lanjut bu Wiwik.

Aku pun terkejut ketika mendengar semua itu,karna aku kira masih ada anak yang mendapat nilai rendah selain aku.

“TENG….TENG….TENG….TENG.” Bel pulang pun berbunyi. Semua siswa pun bergegas pulang, keadaan kelas pun kembali sepi tanpa suara anak-anak.

Sesampainya aku dirumah.

“Ra,kamu udah pulang?” Tanya ibu kepadaku.

“Setaumu!” Jawabku dengan nada yang agak membentak.

“Ra, ditanya tu jawabnya jangan sewot-sewot.” Sambung ayahku.

“Lah, udahlah aku males dengarin ceramah kalian, kalau mau ceramah tu mendingan di masjid tuh.” Jawabku kepada mereka.

***

     LINGKUNGANLAH YANG MERUBAH GAYA HIDUPKU MENJADI SEPERTI INI.

     Malam hari yang sunyi, terlihat bulan dan bintang sedang menerangi dunia. Ibu terlihat sedang termenung di kursi taman belakang rumahku.

“Ya Allah, dosa apakah yang membuat engkau murka kepada hamba, sehingga Engkau jadikan anak hamba seperti ini.” itulah aduan-aduan yang sering terlontar dari mulutnya.

Terkadang ibu juga menungguku pulang dari rumah temanku, sehingga ibu sering sekali sakit.

Pada malam itu pula sekitar pukul 22.00 aku baru pulang dari rumah temanku.

“Dari mana saja kamu! dari tadi ibumu menunggumu disini sampai kedinginan seperti ini.” Kata ayahku kepadaku.

“Salahnya dia, siapa suruh nungguin aku.” Dengan santainya aku menjawab perkataan ayah.

Hampir saja ayah menampar ku, tapi ibu menghentikannya, dan berkata,” sudah-sudah yah,ngak pa-pa lagi pula ibu juga ngak masalah kok nungguin ira.”Ibu tak pernah marah dan bosan kepadaku.setelah itu aku masuk kekamar dan istirahat.

Ketika aku sedang istirahat aku bermimpi,bahwa aku bertemu dengan seorang nenek-nenek yang berkata kepadaku”Cepatlah engkau bertaubat sebelum terlambat!”

Lalu aku menjawab “Maksudnya?”. Aku bingung dengan semua ucapan nenek tersebut.

“hidup didunia ini tidak akan abadi nak, pergunakanlah waktu hidupmu itu dengan baik agar engkau tidak menyesal dihari nanti.”lanjut nenek tersebut.lalu setelah nenek-nenek tersebut pergi aku melihat satu bayangan dari satu titik cahaya yang datang tepat didepan mataku.bayangan tersebut menceritakan tentang seorang anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, yang kemudian meninggal dan mendapat siksa dialam baka. Kemudian cahaya tersebut pun hilang entah kemana.akupun terbangun dan memikirkan semua mimpi tersebut dan membayangkan semua tinkah lakuku yang selama ini tidak baik kepada orang tuaku.lalu sebuah kata terlontar dari mulutku”mengapa selama ini aku selalu berbuat dosa yang selalu membuat kedua hati orang tuaku sedih.”akupun menyadari semua perbutanku.

              1 minggu pun berlalu setelah mimpi tersebut, hari pun datang lagi dengan membawa harapan hidupku yang baru.pagi itu sangat cerah secerah hatiku saat ini.dengan menggendong tas hitamku kuberjalan menuju sekolah.setelah aku sampai disekolah aku bertemu dengan salah satu guruku yaitu Bu Wiwik.”ra,kamu hebat nilai ulanganmu meningkat dalam waktu yang singkat,dan ibu juga bangga sama kamu karena kamu udah mau pake jilbab seperti anak-anak lain,tapi kamu lebih cantik pake jilbab kok ra!”puji bu wiwik kepadaku.

“Ah…ibu bisa aja,lagi pula itu juga karena  kalian semua.”kataku dengan wajah malu-malu.

Setelah itu aku beranjak pergi kekelas,ketika dikelas,

“Ra, kamu kesambet setan apa sih,kok akhir-akhir ini kamu jadi mau berubah.”kata salah satu temanku.

“gak pa-pa aku Cuma mau taubat aja, selama ini aku dah banyak berbuat dosa.”jawabku dengan nada yang lembut.

“tapi nanti malam kamu masih mau main sama kita-kita kan?”Tanya temanku INDRI.

“ngak lah aku mau sholat aja.”kataku sambil meletakan tas hitamku.

“ya udahlah aku juga mau dirumah aja  aku mau bantuin ibu ajalah.”ujar salah satu sahabat karibku yaitu sifa.

“ALHAMDULILLAH”kataku dalam hati.

Semua dosa yang dulu telah kuperbuat telah kutebus dengan amal yang berguna.

Tapi  kehidupan itupun tidak berjalan dengan mulus setelah aku jalani hidup dengan sepenuh hatiku,akupun kehilangan kedua orang tuaku mereka meninggal karena kecelakaan.aku semakin merasa bersalah karena aku belum sempat membalas semua kasih sayang mereka yang selama ini mereka berikan kepadaku, yang bias kulakukan sekarang hanyalah berdo’a yang terbaik untuk mereka.

         Haripun terus berganti hari hingga memaksaku untuk terus menelusuri dalam sebuah jejak kehidupan yang sepi.hanya satu yang bisa kulakukan yaitu belajar untuk masa depanku sendiri.hari pun terus berlalu hingga waktu ujian pun tiba,aku sedikit merasa sedih karena aku teringat pada kedua orang tuaku, aku pun mulai meneteskan air mataku hingga tak terasa waktu mengerjakan soal pun tiba.aku mengerjakan soal dengan sangat cepat aku tak tau setan apakah yang membantuku mengerjakan soal tersebut.waktu ujian pun berlalu hingga pengumuman kelulusan pun tiba dan ALHAMDULILLAH aku mendapat nilai tertinggi dan aku mendapat beasiswa KULIAH ke jerman,tentu saja aku tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut aku langsung mengambil surat kelulusan dan surat izin ke jerman.dan akhirnya aku pun kuliah di jerman tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

“ya allah,terima kasih atas semua anugrah yang telah engkau berikan kepada hamba.”itulah do’a-do’a yang sering terlontar dari mulutku.setelah aku sekolah di jerman terkadang aku teringat kepada kedua orang tuaku, sehingga membuatku meneteskan air mata, tapi terkadang aku merasa senang karena aku mrmpunyai banyak teman dari Indonesia maupun dari luar Indonesia,dalam benakku belum ada rasa ingin mencari pasangan hidup apa lagi saat ini aku sedang berada diluar negeri.di jerman aku sekolah sambil berkerja karena terkadang uangku tidak cukup jadi aku harus kerja lembur.mungkin ini adalah jalan akhir penderitaanku dan awal kesuksesanku.

SMP Pesona Astra, 19 Mei 2012

       Karya:

Fadila Felly Irma Santi (VIIA)


Aksi

Information

One response

12 07 2012
smppesonaastra

Goresan tangan anak-anak Pesona…
Salam Pesona…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: