CERPEN

18 07 2012

         Semangat yang Luar Biasa

Ririn  adalah seorang anak dari orang tua yang miskin ,disa hidup dengan   susah payah ,tetapi ia tidak pernah mengeluh dengan kehidupannya sekarang.Karena dia sadar bahwa apa yang diberikan tuhan untuknya adalah yang terbaik untuknya. Oh ya orang tua Ririn bekerja sebagai petani sawit.

          Mentari pagi telah bersinar,di keluarga Ririn sangat sibuk, ayahnya menyapkan alat untuk bekerja, ibu menyiapkan sarapan,dan Ririn bersiap-siap untuk pergi sekolah. Wajah Ririn terlihat termenung, karena sepatu Ririn sudah rusak,ia tak mau bilang ke orang tuannya karena dia tak ingin merepotkan atau menyusahkan kedua orang tuanya. Setelah bersarapan Ririn berpamitan kepada kedua orng tuanya. ”Pak Buk, Ririn berangkat dulu ya” kata Ririn sambil mencium tangan kedua orang tuanya.

          Waktu terus berlalu, Ririn pun tiba di sekolah. Sesampainya di sekolah Ririn di ejek oleh temn-temnnya karena melihat sepatu Ririn yang rusak. ”iiiiih sepatunya kamseupay” kata Adea yang mengejek Ririn, tetapi Ririn tidak marah ia tetap semangat walaupun dengan sepatu yang sudah rusak.

          Terik matahari semakin terasa, akhirnya Ririn pulang dari sekolah. Waktu terus berlalu ia berjalan jauh ke rumah,dan akhirnya ia sampai di rumah. orang tuanya  masih bekarja di ladang milik juragan sawit, Ririn lalu pergi untuk membantu orang tuannya. ”pak bu!!! “ teriak Ririn memanggil-manggil orang tuanya, ”ndok ngapain kamu kesini, “sudah pulang saja, bapak dan ibu sudah mau selesai kok” kata ibu.” iya ndok pulang saja” ujar ayah.

          Akhirnya Ririn pulang, tetapi dia tidak ke rumah melainkan mencari pekerjaan agar ia mendapat uang untuk membeli sepau baru tanpa meminta kepada orang tuanya. ”aku harus mencari pekerjaan, tapi apa ya…?” kata Ririn. Tak lama kemudian Ririn menemukan cara agar ia bsa mendapatkan uang, yaitu dengan cara mengamen. Ririn menyiapkan alat untuk dibawa ngamen, setelah selesai ia segera pergi mengamen, dan tiba-tiba ”hai Rin” ujar Dika sambil tersenyum memandang Ririn. ”eh Dika ada apa, kok disini bikin kaget saja” kata Ririn. ”ooh tidak ada apa-apa,kamu mau kemana Rin” tanya Dika. ”gak kemana-mana, aku Cuma mau pergi mengamen. ”jawab Ririn. ”haaaa ngamen, mang buat apa Rin ”Tanya Dika kembali sambil keheranan melihat Ririn yang ingin pergi mengamen. ”udahlah Dik gak usah banyak Tanya, nanti aku kesorean pulangnya” jawab Ririn sambil berwajah kesal.” Ya dah aku boleh bantu gak’ Tanya Dika,” boleh-boeh aja,tapi bener kamu mau bantu aku.” jawab Ririn. ”ya ya lah” ujar Dika kepada Ririn. Ya udah, yuk kita berangkat.

          Ririn dan Dika akhirnya berangkat mengamen bersama,Dika bekerja keras untuk membantu Ririn. Akhirnya hari semakin sore Dika dan Ririn segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Setibanya di rumah, Dika dimarah-marahi oleh ibunya karena pulang terlalu sore. Dan ibu Dika berkata ”Dika, besok kamu tidak boleh main lagi apalagi kalau kamu membantu Ririn.” ”Iya Bu” Jawab Dika sambil menampakkan wajah yang murung.

          Mentari pagi telah tersenyum, Ririn segera bangun dan bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Ririn telah menabungkan uang yang kemarin ia dapat setelah mengamen, karena ia mau membeli sepatu yang layak ia pakai, tetapi ia berusaha sendiri tanpa meminta uang kepada orang tuanya. Ririn berpamitan kepada ayah dan ibunya, setelah itu ia segera pergi sekolah sambil berjalan kaki, karena Ririn tidak memiliki kendaraan untuk dinaiki ia berjalan kaki. Tapi ia tak pernah mengeluh justru ia malah tersenyum gembira karena ia tidak meminta kepada orang tuanya untuk membelikan sepeda atau kendaraan lain, ia sadar bahwa hidup adalah sebuah perjuangan selalu banyak rintangan yang harus dihadapi.

          Setelah berjalan jauh akhirnya Ririn sampai di sekolah dan ia segera masuk kelas, dan bel masuk pun berbunyi.”teng..teng..teng” suara lonceng yang bertanda masuk. Ririn anak yang pandai di kelasnya walau dia hanya anak seorang petani sawit, tapi dia memiliki semangat yang luar biasa.

          Tak lama pun pelajaran sekolah selesai, Ririn segera pulang karena ia harus pergi mengamen agar mendapat uang untuk bisa membeli sepatu baru. Hari-hari terus berlalu tiada pernah berhenti beribu rintangan, jalan berliku bukan suatu penghalang bagi Ririn untuk mencapai apa yang dia mau.

          Dika pun menemui Ririn untuk mengatakan sesuatu, ternya ia ingin meminta maaf pada Ririn karena hari ini ia tidak bisa membantu Ririn untuk mengamen. ”Rin maafin aku ya, karena aku gak boleh lgi membantu kamu.” kata Dika. ”Yaa papa Dik, lagian kan ini bukan pekerjaan kamu juga” jawab Ririn, ”tapi Rin.” kata Dika ”gak usah tapi-tapi aku bias kok kerja sendiri, oh ya makasih ya udah mau bantu aku kemarin” jawab Ririn sambil tersenyum kepada Dika. Dan akhirnya Ririn mengamen sendirian, tapi ia tidak patah semangat, dan terus berusaha untuk tidak banyak mengeluh.

          Setelah beberapa hari mengamen ia pun membuka celengannya, dan ternyata ia sudah banyak mengumpulkan uang dan munkin sudah cukup untuk membeli sepatu baru. Hari Minggu pun tiba, Ririn sudah bersiap-siap pergi ke pasar untuk membeli sepatu yang selama ini ia idamkan.

          “Wah akhirnya aku bisa membeli sepatu baru,” ujar Ririn dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri. Dia berjalan ke pasar sambil menunjukkan wajah yang ceria. Tiba-tiba bertemu seoarang pengemis yang kelaparan. Ia sangat merasa kasihan terhadap orang itu, dan dengan berat hati ia merelakan sedikit uangnya yang telah ia tabung selama ini. ”Pak, kebetulan saya punya sedikit uang untuk bapak yang mungkin bisa untuk membeli makan untuk bapak” ujar Ririn kepada pengemis itu. ”terima kasih nak” jawab pengemis tua.

          Hati Ririn memang sangat mulia,dengan ketulusan hati Ririn, ada sebuah keajaiban untuknya, tak sengaja Ririn menolong ibu-ibu yang mau menyebrang jalan, setelah menolong Ririn diberi uang. Sebenarnya ia tidak mau menerima uang itu, karena ia menolong dengan ikhlas. ”nak ambillah tidak apa-apa.” kata ibu-ibu itu. ”tidak usah bu saya ikhlas kok.”jawab Ririn.” nak, ini hitung-hitung sebagai tanda terima kasih ibu” ujar ibu tersebut,” ya sudah kalo memang ibu memaksa saya terima uangnya.”jawa Ririn sambil berwajah cemas.

          Dan akhirnya uang yang tadi ia dapat ia belikan sepatu yang selama ini ia idam-idamkan. Setelah membeli sepatu ia segera pulang dan memberi tahu kepada ayah dan ibunya.

          “Pak,Bu coba lihat apa yang Ririn bawa” teriak Ririn sambil tersenyum bahagia.

          “Memangnya apa nak yang kamu bawa” Tanya orang tua Ririn.

          “Nie Pak,Bu Ririn sudah membeli sepatu dengan uang tabungan Ririn”ujar Ririn.

“Ya syukurlah nak, maafkan bapak dan ibu ya, karena tidak bisa membelikan kamu sepatu baru” ujar ibunya smbil meneteskan air mata bahagia.

          “Tidak apa-apa Pak,Bu. Saya senang kok bisa membeli sepatu dengan uang Ririn dan tidak merepotkan bapak dan ibu” Jawab Ririn sambil tersenyum bahagia.

          Nah jadilah orang yang bisa membanggakan orang lain, dan teruslah bersemangat, dengan semangat yang luar biasa. Seperti apa yang telah di lakukan Ririn, ia bisa membeli sepatu tanpa menyusahkan orangtua.

SMP Pesona Astra, 31 Mei 2012

Karya: Tri Lestari





Cerpen

12 07 2012

Senyuman yang Mengiringi Persahabatan Kami

                 Mentari pagi telah menampakkan diri ,sinarnya yang menganghangatkan tubuhku kini semakin terasa.Pagi ini aku mulai dengan senyuman yang penuh dengan keikhlasan.Namaku sinta aku adalah siswa kelas 5.Hari ini aku berangkat sekolah dengan bersepeda,aku sudah tidak sabar untuk bertemu sahabat-sahabat terbaikku.Sampai di sekolah aku bergegas untuk mencari tiwi dan tari.

            “Hai,tiwi,tari.”Sapaku.

            “Hai juga.”Jawab mereka serempak.

            “Darimana aja kalian?”

            “Kami dari kantin,kamu baru datang yea sin?”Tanya Tiwi.

            “Yea nih,tadi aku bangun terlambat.”

Aku, tiwi dan tari pun bergegas masuk ke kelas karena bel sekolah sudah berbunyi tanda jam pelajaran telah di mulai.Sampai di kelas aku dan sahabatku duduk bersebelahan.Hari ini kelasku akan belajar IPS.IPS adalah pelajaran yang paling kami sukai.Kebetulan pak Dedy guru IPS kami sedangada keperluan ,sehingga tidak dapat masuk kelas,tapi pak Dedy menitipkan tugas kepada ketua kelas.Aku dan sahabat-sahabat terbaikku mengerjakan tugas di sudut kelas,yang tak lain adalah tempat favorit kami bertiga untuk bersenda gurau.

            Saat itu kami belum berminat berniat untuk memberi nama persahabatan kami.Pada saat sedang bercakap-cakap,Tari menyangkal percakapan aku dengan Tiwi.

            “Heh,sinta,Tiwi apa kalian tidak berfikir?”

            “Berfikir untuk hal apa tar?”Tanyaku.

            “Kita kan bersahabat sudah cukup lama,apa kalian tidak ingin memberi nama persahabatan kita?”

            “Boleh ,tapi kira-kira apa ya nama yang cocok?”Tanya Tiwi.

            “Gimana kalau TWISTAR?”Tanyaku.

            “Ehm,bagus juga cocok Tiwi,Sinta,Tari.”Jawab Tari.

            “Ok,berarti sekarang kita,?”

            “TWISTAR!”Seru kami serempak.

            Jam pelajaran IPS telah berakhir.Saatnya “TWISTAR”untuk beristirahat.Twistar pun berjalan menuju kantin.

            “Ha……ha….ha….Twister”Tari tertawa terbahak-bahak.

               “Kenapa dengan Tari ya,Wi?”tanyaku.

                “Gak tau kenapa sih dia”

            “Kenapa dengan mu,Tar?”tanya Tiwi.

               “Aku tidak kenapa-kenapa,hanya saja aku mentertawakan kita”

               “Emangnya ada yang salah dengan persahabatan kita?”Tanyaku.

            “Tidak apa-apa sih,ehm…TWISTAR yang berarti 3 bintang,ha….ha….”Tawa TWISTAR bersamaan.

            Sampai di kantin TWISTAR kemudian membeli makanan.Twistar kembali ke kelas karena jam istirahat segera berakhir.Sampai di kelas kami melanjutkan pembicaraan kami,waktu berlalu begitu cepat tak terasa jam sekolah telah berakhir.Twistar keluar pintu gerbang sekolah dengan senyuman manisnya.Twistar pulang ke rumah bersama-sama karena rumah Twistar satu arah.Rumah Tiwi lebih dekat,dibanding rumah sinta dan Tari.

            “Bye….bye…jumpa lagi ya.”

            “Bye-bye juga” Jawabku dengan tari.

            Tak lama kemudian sampai di rumah Tari.Tinggallah aku sendiri tapi jarak rumahku dengan Tari cukup dekat.Pagi-pagi buta aku sudah terbangun untuk bersiap-siap pergi sekolah.Seperti biasa salam Twistar selalu tersenyum.Sebelum berangkat aku menyempatkan sarapan setelah semua siap aku pun berangkat sekolah degan bersepeda.

            Pertama aku menghampiri Tari terlebih dahulu ,selanjutnya aku dan Tari menghampiri Tiwi.Lengkaplah sudah Twistar,Twistar berangkat ke sekolah bersama dengan senyuman manis yang menghiasi pagi hari dan menyejukkan hati.Sampai di sekolah , mungkin ini hari sial Twistar.Tiwi tak sengaja menjatuhkan poster idola kesayangan Tari,yang dipinjamnya kemari sore.Tari merasa sangat marah kepada Tiwi karena kejadian itu membuat persahabatan Twistar renggang.Hari berganti hari,minggu berganti minggu,persahabatan Twistar tak kunjung membaik.Selama kurang lebih 1 bulan tak terlintas senyuman manis Twistar akhirnya senyuman itu kembali menghiasi persahabatan kami.Hanya tinggal masalah-masalah kecil yang bisa kami selesaikan dengan tanpa adanya perdebatan yang cukup membuat Twistar tidak tersenyuman kembali.

SALAM TWISTAR TERSENYUMLAH UNTUK PERSAHABATANMU

Base Camp PT GSPP, 7 Mei 2012

Rika Maryanti

Karya: Rika Maryanti (VIIB)                       





Cerpen

12 07 2012

GambarPenyesalan Karena Dosa 

            Pagi yang cerah telah datang, ditandai dengan datangnya sang surya pagi.tak terasa waktu pun terus berganti waktu, hingga membuatku semakin tenggelam kedalam dunia masa remaja. hari-hari pun selalu kujalani dengan dan belajar, tapi….itu semua hanyalah omong kosong! Karena semua itu tak pernah kujalani dengan serius.

     Pagi itu pula sekitar pukul 07.15, aku telah tiba disekolah.ketika aku sedang asyik mendengar cerita dari teman-teman, tentang ulangan matematika kemarin,tiba-tiba salah satu teman ku datang dengan guru matematika ku yaitu Bu Wiwik.

“Selamat pagi anak-anak.”ucap salam dari bu Wiwik.

“Pagi bu!” serentak kami menjawab.

“Baik ibu akan membagi hasil ulangan matematika kalian yang kemarin.”kata bu Wiwik sambil membagi hasil ulangan.

Setelah semua hasil ulangan dibagikan.

“Oke, anak-anak yang mendapat nilai tertinggi adalah Tio.”  ujar bu Wiwik.

Tio adalah anak terpandai dikelasku.terkadang muncul rasa iri di hatiku.

“Dan yang mendapat nilai terendah adalah…….Ira.” Lanjut bu Wiwik.

Aku pun terkejut ketika mendengar semua itu,karna aku kira masih ada anak yang mendapat nilai rendah selain aku.

“TENG….TENG….TENG….TENG.” Bel pulang pun berbunyi. Semua siswa pun bergegas pulang, keadaan kelas pun kembali sepi tanpa suara anak-anak.

Sesampainya aku dirumah.

“Ra,kamu udah pulang?” Tanya ibu kepadaku.

“Setaumu!” Jawabku dengan nada yang agak membentak.

“Ra, ditanya tu jawabnya jangan sewot-sewot.” Sambung ayahku.

“Lah, udahlah aku males dengarin ceramah kalian, kalau mau ceramah tu mendingan di masjid tuh.” Jawabku kepada mereka.

***

     LINGKUNGANLAH YANG MERUBAH GAYA HIDUPKU MENJADI SEPERTI INI.

     Malam hari yang sunyi, terlihat bulan dan bintang sedang menerangi dunia. Ibu terlihat sedang termenung di kursi taman belakang rumahku.

“Ya Allah, dosa apakah yang membuat engkau murka kepada hamba, sehingga Engkau jadikan anak hamba seperti ini.” itulah aduan-aduan yang sering terlontar dari mulutnya.

Terkadang ibu juga menungguku pulang dari rumah temanku, sehingga ibu sering sekali sakit.

Pada malam itu pula sekitar pukul 22.00 aku baru pulang dari rumah temanku.

“Dari mana saja kamu! dari tadi ibumu menunggumu disini sampai kedinginan seperti ini.” Kata ayahku kepadaku.

“Salahnya dia, siapa suruh nungguin aku.” Dengan santainya aku menjawab perkataan ayah.

Hampir saja ayah menampar ku, tapi ibu menghentikannya, dan berkata,” sudah-sudah yah,ngak pa-pa lagi pula ibu juga ngak masalah kok nungguin ira.”Ibu tak pernah marah dan bosan kepadaku.setelah itu aku masuk kekamar dan istirahat.

Ketika aku sedang istirahat aku bermimpi,bahwa aku bertemu dengan seorang nenek-nenek yang berkata kepadaku”Cepatlah engkau bertaubat sebelum terlambat!”

Lalu aku menjawab “Maksudnya?”. Aku bingung dengan semua ucapan nenek tersebut.

“hidup didunia ini tidak akan abadi nak, pergunakanlah waktu hidupmu itu dengan baik agar engkau tidak menyesal dihari nanti.”lanjut nenek tersebut.lalu setelah nenek-nenek tersebut pergi aku melihat satu bayangan dari satu titik cahaya yang datang tepat didepan mataku.bayangan tersebut menceritakan tentang seorang anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, yang kemudian meninggal dan mendapat siksa dialam baka. Kemudian cahaya tersebut pun hilang entah kemana.akupun terbangun dan memikirkan semua mimpi tersebut dan membayangkan semua tinkah lakuku yang selama ini tidak baik kepada orang tuaku.lalu sebuah kata terlontar dari mulutku”mengapa selama ini aku selalu berbuat dosa yang selalu membuat kedua hati orang tuaku sedih.”akupun menyadari semua perbutanku.

              1 minggu pun berlalu setelah mimpi tersebut, hari pun datang lagi dengan membawa harapan hidupku yang baru.pagi itu sangat cerah secerah hatiku saat ini.dengan menggendong tas hitamku kuberjalan menuju sekolah.setelah aku sampai disekolah aku bertemu dengan salah satu guruku yaitu Bu Wiwik.”ra,kamu hebat nilai ulanganmu meningkat dalam waktu yang singkat,dan ibu juga bangga sama kamu karena kamu udah mau pake jilbab seperti anak-anak lain,tapi kamu lebih cantik pake jilbab kok ra!”puji bu wiwik kepadaku.

“Ah…ibu bisa aja,lagi pula itu juga karena  kalian semua.”kataku dengan wajah malu-malu.

Setelah itu aku beranjak pergi kekelas,ketika dikelas,

“Ra, kamu kesambet setan apa sih,kok akhir-akhir ini kamu jadi mau berubah.”kata salah satu temanku.

“gak pa-pa aku Cuma mau taubat aja, selama ini aku dah banyak berbuat dosa.”jawabku dengan nada yang lembut.

“tapi nanti malam kamu masih mau main sama kita-kita kan?”Tanya temanku INDRI.

“ngak lah aku mau sholat aja.”kataku sambil meletakan tas hitamku.

“ya udahlah aku juga mau dirumah aja  aku mau bantuin ibu ajalah.”ujar salah satu sahabat karibku yaitu sifa.

“ALHAMDULILLAH”kataku dalam hati.

Semua dosa yang dulu telah kuperbuat telah kutebus dengan amal yang berguna.

Tapi  kehidupan itupun tidak berjalan dengan mulus setelah aku jalani hidup dengan sepenuh hatiku,akupun kehilangan kedua orang tuaku mereka meninggal karena kecelakaan.aku semakin merasa bersalah karena aku belum sempat membalas semua kasih sayang mereka yang selama ini mereka berikan kepadaku, yang bias kulakukan sekarang hanyalah berdo’a yang terbaik untuk mereka.

         Haripun terus berganti hari hingga memaksaku untuk terus menelusuri dalam sebuah jejak kehidupan yang sepi.hanya satu yang bisa kulakukan yaitu belajar untuk masa depanku sendiri.hari pun terus berlalu hingga waktu ujian pun tiba,aku sedikit merasa sedih karena aku teringat pada kedua orang tuaku, aku pun mulai meneteskan air mataku hingga tak terasa waktu mengerjakan soal pun tiba.aku mengerjakan soal dengan sangat cepat aku tak tau setan apakah yang membantuku mengerjakan soal tersebut.waktu ujian pun berlalu hingga pengumuman kelulusan pun tiba dan ALHAMDULILLAH aku mendapat nilai tertinggi dan aku mendapat beasiswa KULIAH ke jerman,tentu saja aku tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut aku langsung mengambil surat kelulusan dan surat izin ke jerman.dan akhirnya aku pun kuliah di jerman tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

“ya allah,terima kasih atas semua anugrah yang telah engkau berikan kepada hamba.”itulah do’a-do’a yang sering terlontar dari mulutku.setelah aku sekolah di jerman terkadang aku teringat kepada kedua orang tuaku, sehingga membuatku meneteskan air mata, tapi terkadang aku merasa senang karena aku mrmpunyai banyak teman dari Indonesia maupun dari luar Indonesia,dalam benakku belum ada rasa ingin mencari pasangan hidup apa lagi saat ini aku sedang berada diluar negeri.di jerman aku sekolah sambil berkerja karena terkadang uangku tidak cukup jadi aku harus kerja lembur.mungkin ini adalah jalan akhir penderitaanku dan awal kesuksesanku.

SMP Pesona Astra, 19 Mei 2012

       Karya:

Fadila Felly Irma Santi (VIIA)





Lomba Tingkat 1 Pramuka Pesona Astra

4 01 2011
Lomba Tingkat 1 Pramuka Pesona Digelar Lagi!

Hari Rabu kemarin (22/12), Dewan Galang (DG) Pesona Astra kembali mengadakan kegiatan Lomba Tingkat 1 Pramuka Angkatan IV. Kegiatan rutin tahunan ini melibatkan seluruh siswa SMP Pesona Astra kelas VII dan VIII, baik sebagai peserta maupun sebagai panitia.

Panitia yang digawangi oleh Ayuning Lanjar Pamungkas ini tampak bekerja keras mempersiapkan segalanya pada hari-hari sebelumnya, mulai dari arena perlombaan hingga pernak-pernik perlengkapan lomba. Dan akhirnya kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan diawali upacara pembukaan yang langsung dipimpin oleh Kamabigus Ahmadi, S.Pd.I pada pukul 07.30.

Setelah upacara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba Semaphore dan Morse. yang diadakan bersamaan. Karena itu setiap regu anggotanya dibagi menjadi dua. Kelompok pertama mengikuti lomba membaca Semaphore dan yang kedua Morse yang masing-masing disampaikan oleh Kakak Mely dan Kakak Ayu.

Tak lama setelah kegiatan semaphore dan morse selesai, semua anggota regu kembali ke regu masing-masing untuk berkoordinasi tentang kegiatan selanjutnya yaitu Menaksir tinggi, P3K, dan Membuat Dragbar. Setelah selesai berkoordinasi, semua anggota regu kembali dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok yang akan menaksir tinggi pergi ke area kegiatan untuk selanjutnya menaksir tinggi sebuah pohon Kelapa Sawit. Sedangkan kelompok yang akan mengikuti P3K dan membuat dragbar segera menuju ke area latihan pramuka Pesona Astra. 

Dalam waktu bersamaan, ketiga kelompok dari tiap-tiap regu segera melaksanakan tugas masing-masing sesuai instruksi panitia. Mereka diberi waktu 15 menit untuk menyelesaikan tugas. Selama 15 menit itu tampak semua regu sangat serius dalam mengerjakan tugas, mulai dari kelompok P3K yang mendapatkan tugas menolong seorang korban yang mengalami patah tangan dan luka di kepala, hingga kelompok yang membuat dragbar yang siap untuk mengangkat korban.

Namun, dalam waktu 15 menit itu, tidak semua regu dapat menyelesaikan tugas dengan baik, terutama kelompok membuat dragbar. Hanya satu kelompok yang dapat menyelesaikannya. Dewan juri pun segera bertugas sesaat setelah waktu habis. Wajah semua siswa tampak sedikit tegang, saat hasil karya mereka dinilai satu per satu. Dan setelah semuanya selesai dinilai, semua anggota regu tiap-tiap regu kembali berkumpul untuk kembali bersiap-siap mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu lomba kesenian dan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Pada lomba kesenian, kembali siswa-siswa Pesona Astra menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang seni. Ada yang menari, bernyanyi hingga berpantomim. Regu yang belum mendapat kesempatan untuk tampil, terlebih dahulu mengikuti Lomba PBB.

Di arena lomba PBB, setiap regu menunjukkan kemampuannya dalam baris-berbaris, mulai dari gerakan di tempat hingga berjalan. Beberapa regu sudah tampak disiplin dan baik kemampuan berbarisnya. Tepat pukul 12.00 WIB, kegiatan Lomba Kesenian dan PBB selesai. Semua peserta LT 1 pun segera mengikuti kegiatan ibadah. Setelah itu semua regu bersiap-siap untuk mengikuti lomba terakhir yaitu memasak dan hasta karya. Lomba hasta karya sendiri dibagi menjadi dua macam yaitu membuat kerajinan tangan dari barang-barang bekas dan melukis.

Bagaimana dengan hasil karya para peserta?Sungguh di luar dugaan, karena ternyata siswa-siswa Pesona Astra mampu menciptakan kerajinan tangan yang sangat indah dari barang-barang yang telah dianggap sampah oleh orang lain.

Hasil lukisan siswapun juga tidak kalah indahnya. Para peserta terlihat mampu menuangkan apa yang ada dalam pikiran mereka di atas papan sterofoam. Pun demikian dengan masakannya…mak nyuss!

Setelah semua hasil kerajinan tangan, lukisan, dan masakan siswa dinilai oleh dewan juri, semua regu segera membereskan peralatan mereka, juga sembari menunggu panitia selesai melakukan rekap nilai lomba secara keseluruhan.

Tepat pukul 14.00 WIB, upacara penutupan LT 1 Angkatan IV dimulai. Kali ini dipimpin oleh Pembina Putra, Khoirul Adhisasana. Meskipun ditengah-tengah upacara hujan turun, acara tetap dilanjutkan. Hingga pemenang lomba, baik per materi maupun juara umum, diumumkan hujan belum juga reda.

Pengumuman pemenang diawali oleh juara lomba untuk setiap materi, baik putra maupun putri. Selain mendapatkan hadiah, masing-masing regu pemenang juga mendapatkan medali permen yang sangat unik.  Setelah semua juara materi diumumkan, panitia kembali mengumumkan juara 1, 2, dan 3 secara keseluruhan materi kepada regu putra dan putri. Tampak kegembiraan dari wajah para pemenang, yang tak sepi dari teriakan-teriakan kebahagiaan.Puncak dari pengumuman pemenang lomba ini adalah dibacakannya nama regu yang menjadi juara umum dalam Lomba Tingkat 1 kali ini. Semua regu pun mulai menebak-nebak regu apa yang akan menjadi juara umum kali ini. Dan berdasarkan hasil lomba secara keseluruhan, maka regu Gajah menjadi juara umum LT 1 Angkatan IV.

Mereka berhak mendapatkan piala bergilir Kepala SMP Pesona Astra, uang pembinaan sebesar RP 100.000,00, hadiah, serta medali permen. Hasil ini tentu sangat menggembirakan bagi regu Gajah. Regu yang dipimpin oleh Handoko ini tampak terus melompat-lompat merayakan kemenangannya. 
Semua acarapun telah selesai. Semua peserta lalu membentuk lingkaran dan kemudian bersalaman dengan para panitia. Mereka mencoba menepiskan kelelahan yang mulai menggelayut dan berharap tahun depan mereka mendapat kesempatan lagi untuk dapat mengikuti LT 1 dan menjadi pemenangnya. Bravo pramuka Pesona Astra!!!

(kawoel)

 





REFRESH IN KUBU BEACH

12 05 2010

Pesona Refresh

Minggu, 9 April 2010 Kelas IX SMP Pesona Astra beramai-ramai bersama dewan guru dan kepala sekolah melepas penat sejenak, setelah berbulan-bulan berkonsentrasi penuh menyiapkan mental dan fisik menghadapi Ujian Nasional Tingkat SLTP Tahun Ajaran 2009-2010. Meski berada pada kategori baik, tetapi seluruh team Pesona terus berbenah dalam mengatur strategi selanjutnya untuk menghadapi UAN Tahun depan dengan penuh percaya diri PESONA PASTI BISA……!!!! Semua penat dan lelah dilepas dan dibuang jauh-jauh di pantai Kubu, Kumai, Kabupaten Kobar Propinsi Kalimantan Tengah. Refreshing ini diawali pada pukul 07.00 WIB dengan Start berangkat bersama-sama dari halaman megah SMP Pesona Astra dan sampai di tempat tujuan ± pukul 09.45 WIB. Setelah menginjakkan kaki di pantai Kubu acara yang pertama adalah menyegarkan nafas, mata dan fisik dengan berjalan-jalan menikmati keindahan dan menghirup udara pantai yang sejuk alami. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan makan bersama-sama penuh kekeluargaan. Rencananya setelah makan bersama ini akan diadakan games-games kreatif dengan hadiah-hadiah yang menarik tetapi karena cuaca tidak mendukung (hujan turun red) akhirnya acara games batal di gelar, tetapi hal ini tidak menjadikan kita semua kecewa karena tujuan awal kegiatan adalah me-refresh lagi pesona untuk lebih segar, lebih semangat dan lebih tangguh dalam meraih prestasi yang akan datang. Salam Pesona, Pesona Pasti Bisa…….!





Kunjungan BOD,YASAU,dan MABES AU di Pesona Astra

26 02 2010

Pada hari kamis 25 Februari 2010 GSP (Gita Swara Pesona) tampil untuk menyambut Bapak-bapak BOD dan YASAU. Walaupun hanya tampil kurang lebih 30 menit tapi hasilnya cukup maksimal dan membuat bapak-bapak dari YASAU yang notabene para mantan Jendral TNI AU sangat senang dan puas melihat penampilan anak-anak GSP di bawah asuhan Dian Asiandaru (guru OR dan Pembina Kesiswaan).
Bapak-bapak dari YASAU sangat senang melihat penampilan anak-anak kebun yang sangat bersemangat memainkan Drumband bahkan ada beberapa dari mereka (YASAU) yang memang mantan perwira tinggi TNI AU ikut memainkan alat drumband. Bahkan salah satu petinggi YASAU yaitu Pak Sutrisno berjanji akan selalu mendukung kegiatan drumband, beliau berkata “kalo perlu pelatihnya drumband yang di AAU Jogja nanti kita datangkan kesini untuk melatih kalian”. beliau juga berpesan kepada pasukan GSP supaya tetap bersemangat belajar dan berlatih supaya menjadi juara, tidak hanya juara di Kotawaringin Barat tetapi Juara di Indonesia…Maju terus Pesona…”Gita Swara Pesona…..Bisaaaa…”

Kunjungan bapak Sutrisno (Ketua Umum Yayasan Angkatan Udara) juga difokuskan untuk melihat masalah-masalah dalam sekolah, sehingga daripihaknya dapat memberikan bantuan dan akhirnya SMP Pesona Astra dapat menjadi sekolah unggulan. berbagai tawaran dilontarkan oleh bapak-bapak dari YASAU maupun MABES AU, antara lain

  • kerjasama penjaringan siswa SMP Pesona Astra yang akan dididik untuk belajar  di perguruan tinggi yang ada dibawah Yayasan Angkatan Udara
  • pemberian materi-materi tambahan tentang dunia penerbangan, sehingga mengarahkan minat dan bakat siswa ke dunia penerbangan yang dimana sangat banyak peluang kerja untuk penerbangan saat ini.
  • demonstrasi atau ekstrakurikuler penerbangan baik berupa paralayang maupun aeromodelling
  • kerjasama dalam memberikan pelatihan PASKIBRAKA untuk siswa SMP Pesona Astra

berbagai tawaran tersebut dalam waktu dekat akan dibahas lebih lanjut sehingga dapat bermanfaat untuk kedua belah pihak…jadi demi kebaikan dan seiring berjalannya YASAU dan ASTRA maka dijalinlah kerjasama tersebut demi kesuksesan bersama…cayooo….n sukses buat ASTRA AGRO LESTARI dan YASAU…dan terimakasih buat Bapak/ibu dari BOD, YASAU, dan Mabes AU atas kunjungannya….





ERROR[1]: Services cannot be installed!

21 02 2010

Ini khusus orang2 yg lebih memilih pcmav dr pd smadav yg autoscan nya bkin geregetan… :-)

klo kita mau pakai antivirus pc mav, apalagi edisi yg terbaru,, biasany pas pertama kali kita menjalankan file PCMAV-RTP akan muncul pesan ky judul artikel ini. Yaitu : “ERROR[1]: Services cannot be installed!”

Nah biar file PCMAV-RTPnya bs d running adalah sbb :

  • Masuk ke direktori “C:\windows\system32
  • Hapus file yg namanya RTPScan.dll dan RTPSvc
  • Terakhir jalanin deh file PCMAV-RTPnya
  • Insya Allah udh beres.. :-)
  • Oia, file RTPScan.dll sm RTPSvcnya hapus !!! jgn rename.. soalny nti otomatis kebuat sendiri lg..

Semoga bermanfaat..